Di Satu Senja tanpa Jingga

Namaku Aswad. Aku tidak suka pagi. Pagi selalu dipenuhi ambisi-ambisi orang-orang yang bernafsu mengumpulkan materi. Aku tidak suka pagi. Hangatnya mentari pagi hanya berhitung menit sejak rembulan menepi. Segar udaranya juga tak berjalan lambat untuk bisa lama disesap. Selebihnya, jalanan hanya akan dipenuhi kendaraan-kendaraan berasap. Aku lebih suka malam. Aku lebih suka gelap. Aku lebih … Lanjutkan membaca Di Satu Senja tanpa Jingga

Iklan

Kehilangan adalah Memiliki yang Sesungguhnya

Kehilangan tak selamanya berarti kau tak lagi memiliki sesuatu. Suatu saat kau akan tahu, kehilangan membuatmu memiliki sesuatu yang baru. Sesuatu yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. Sesuatu yang membuatmu benar-benar bersyukur, bahwa kau pernah harus bersusah-payah merelakannya. Pernahkah kau kehilangan seseorang yang kau jatuhkan hatimu padanya? Bukan, itu bukan orang tuamu, kakek-nenekmu, kakak-adikmu, temanmu. … Lanjutkan membaca Kehilangan adalah Memiliki yang Sesungguhnya

Bukan Mereka yang Belajar, tapi Aku

Bismillah... 2017 menyisakan banyak sekali kisah, pelajaran, dan kenangan. Salah satunya, kegiatan yang kulalui di akhir Desember kemarin, yang membekas sekali dalam ingatan. Menyematkan banyak sekali pelajaran. Boarding School Tahfizh Quran Tematik (TQT). Aku jadi panitia di kegiatan ini. Semacam program mondok seminggu untuk ngisi waktu liburan adek-adek sekolah. Program menghafal al-Quran sekaligus memaknai kandungan … Lanjutkan membaca Bukan Mereka yang Belajar, tapi Aku

Aku Hanya… Rindu Saja.

Bukan apa... Aku hanya rindu saja. Aku hanya sedang jenuh dengan rutinitas. Sementara, aku sedang tak punya waktu panjang untuk sekedar rehat dan sejenak menyegarkan pikiran. Menyegarkan pikiran versiku: pergi ke hutan, mendaki gunung, mendengar bisik suara gesekan daun, menyesap harum kopi dalam-dalam dalam cengkeraman dingin yang menggigit kejam. Atau berjalan panjang dengan tanjakan-tanjakan, bebatuan-bebatuan, … Lanjutkan membaca Aku Hanya… Rindu Saja.

aku ingin menyelami matamu hingga jauh

aku ingin menatap lamat-lamat diriku dalam matamu dalam... jauh... lamat... hingga aku bisa menyelami dan mendapati jawab dari tanyaku sendiri "bagaimana kau melihatku dengan matamu" mata bola mata pun mata hati aku ingin menyelami matamu hingga jauh hingga dalam hingga sampai ke hati hingga aku bisa mendapati jawab dari tanyaku sendiri "bagaimana kau merasakan hatimu" … Lanjutkan membaca aku ingin menyelami matamu hingga jauh

Mbak Wati dan Muhammadiyah di Tanah Garam

"Saya nggak peduli, Dek. Yang penting bagi saya, saya nggak merugikan orang lain." - Mbak Wati SABTU sampai Ahad pekan lalu, saya kebetulan dikirim menjadi delegasi Pelatihan Motivator Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) di STIKES Muhammadiyah Lamongan.   Kebetulan saya aktivis di Nasyiatul Aisyiyah, salah satu organisasi otonom di bawah bendera Muhammadiyah. Di … Lanjutkan membaca Mbak Wati dan Muhammadiyah di Tanah Garam

Belajar dari Seminar Pra Nikah

Berbagai hal, sekecil apapun, ternyata bisa banget menjadi sumber konflik dalam sebuah hubungan pernikahan. Logis, bayangkan saja dua manusia, dua keinginan, dua pemikiran, dua kehendak, hidup bersama. Pasti perbedaan-perbedaan, sekecil apapun itu, berpotensi menjadi konflik. Itu poin pertama yang disampaikan Pak Yudi, pemateri di seminar pra nikah yang kemaren saya pandu. Kebetulan beliau juga dosen … Lanjutkan membaca Belajar dari Seminar Pra Nikah